Resensi Buku Filsafat Umum dari metologi sampai teofilosofi
Resensi Buku Filsafat Umum dari metologi sampai teofilosofi
1. IDENTITAS BUKU
• Cover Buku
• Judul Buku : Filsafat Umum: Dari Metologi Sampai Teofilosofi
Penulis
• Drs. Atang Abdul Hakim, M.A.
• Dr. Beni Ahmad Saebani, M.Si.
Tahun Terbit
• Cetakan Pertama : Desember 2008
• Buku yang digunakan: Cetakan ke-7 Februari 2020
Penerbit : CV Pustaka Setia
Kota Terbit : Bandung
ISBN : 978-979-730-771-4
Jumlah Halaman : 516 halaman
2. Gagasan atau Ide Pokok Penulis
Gagasan utama yang ingin disampaikan penulis adalah bahwa filsafat merupakan cara berpikir yang sistematis, kritis, rasional, dan mendalam untuk memperoleh kebenaran tentang manusia, alam semesta, ilmu pengetahuan, serta Tuhan.
Menurut penulis, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari aktivitas berpikir. Oleh karena itu, filsafat menjadi dasar berkembangnya berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Selain itu, penulis juga ingin menunjukkan bahwa agama dan filsafat sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran, meskipun menggunakan pendekatan yang berbeda.
Penulis menekankan bahwa seseorang yang mempelajari filsafat akan memiliki kemampuan berpikir objektif, terbuka terhadap berbagai pandangan, serta mampu menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
3. Relevansi Buku dengan Kehidupan Nyata
Isi buku ini masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Di era digital, banyak informasi yang beredar melalui media sosial tanpa melalui proses verifikasi. Kemampuan berpikir kritis sebagaimana diajarkan dalam filsafat sangat diperlukan agar seseorang tidak mudah percaya terhadap berita bohong (hoaks).
Dalam dunia pendidikan, filsafat membantu guru memahami hakikat manusia, tujuan pendidikan, metode pembelajaran, dan nilai-nilai moral yang harus ditanamkan kepada peserta didik.
Dalam kehidupan sehari-hari, filsafat mengajarkan manusia untuk berpikir sebelum bertindak, mempertimbangkan akibat dari setiap keputusan, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi berdasarkan akal sehat dan nilai-nilai kemanusiaan.
Bagi mahasiswa, filsafat melatih kemampuan berpikir ilmiah sehingga mampu menyusun penelitian, karya ilmiah, maupun skripsi secara lebih sistematis.
Selain itu, konsep teofilosofi yang dibahas penulis mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama tidak perlu dipertentangkan. Justru keduanya dapat berjalan berdampingan dalam membangun kehidupan manusia yang beriman sekaligus rasional.
4. Resume Buku
Buku Filsafat Umum: Dari Metologi Sampai Teofilosofi karya Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani merupakan salah satu buku filsafat yang disusun secara sistematis untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai hakikat filsafat. Buku ini tidak hanya membahas teori filsafat, tetapi juga menjelaskan bagaimana filsafat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta hubungannya dengan ilmu pengetahuan dan agama.
Pada bagian awal, penulis menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk berpikir. Kemampuan berpikir membedakan manusia dari makhluk lainnya. Berpikir menjadi dasar lahirnya ilmu pengetahuan, kebudayaan, teknologi, bahkan agama. Akan tetapi, tidak semua cara berpikir dapat disebut sebagai filsafat. Berpikir filsafat memiliki karakteristik tersendiri, yaitu rasional, logis, sistematis, kritis, radikal, dan universal.
Penulis kemudian menjelaskan asal-usul kata filsafat yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu philo yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, filsafat berarti cinta terhadap kebijaksanaan. Seorang filsuf bukanlah orang yang merasa paling tahu, melainkan orang yang selalu mencari pengetahuan dan kebenaran.
Selanjutnya dibahas sejarah perkembangan filsafat sejak zaman Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seperti Thales, Anaximandros, Herakleitos, Pythagoras, Socrates, Plato, dan Aristoteles menjadi pelopor berkembangnya pemikiran filsafat Barat. Mereka berusaha menjelaskan asal-usul alam semesta menggunakan akal tanpa bergantung pada mitos.
Pada masa abad pertengahan, filsafat berkembang di bawah pengaruh agama. Banyak pemikir berusaha menyelaraskan antara wahyu dan akal. Dalam tradisi Islam muncul tokoh-tokoh besar seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan filsafat dunia.
Memasuki zaman modern, filsafat berkembang pesat melalui pemikiran Rene Descartes, John Locke, Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx, hingga filsafat kontemporer yang menaruh perhatian terhadap bahasa, eksistensi manusia, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Setelah membahas sejarah filsafat, penulis menguraikan objek kajian filsafat. Filsafat memiliki objek material berupa segala sesuatu yang ada, sedangkan objek formalnya adalah cara memandang sesuatu secara mendalam hingga mencapai hakikatnya. Oleh karena itu, filsafat tidak hanya mempelajari fakta, tetapi juga mencari makna yang paling mendasar.
Penulis kemudian menjelaskan ciri-ciri berpikir filsafat. Berpikir filsafat harus rasional, artinya menggunakan akal sehat. Sistematis berarti mengikuti langkah-langkah yang teratur. Logis berarti sesuai dengan aturan berpikir yang benar. Kritis berarti selalu menguji suatu pendapat. Radikal berarti mencari akar persoalan hingga ke dasar. Universal berarti berlaku secara umum dan tidak terbatas pada satu bidang tertentu.
Salah satu pembahasan penting dalam buku ini adalah mengenai cabang-cabang filsafat. Ontologi membahas hakikat keberadaan sesuatu. Epistemologi membahas asal-usul, metode, dan validitas pengetahuan. Aksiologi membahas nilai, moral, dan manfaat ilmu. Logika membahas aturan berpikir yang benar. Etika membahas baik dan buruk perilaku manusia. Estetika membahas keindahan. Metafisika membahas realitas yang berada di balik pengalaman indrawi.
Dalam pembahasan mengenai filsafat ilmu, penulis menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan berkembang karena manusia memiliki rasa ingin tahu. Ilmu harus diperoleh melalui metode ilmiah sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Filsafat ilmu berfungsi mengkritisi dasar-dasar ilmu pengetahuan agar ilmu tetap berkembang secara benar dan bermanfaat bagi manusia.
Buku ini juga menjelaskan hubungan antara filsafat dengan ilmu-ilmu lain seperti pendidikan, hukum, politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, dan agama. Menurut penulis, semua ilmu sebenarnya memiliki dasar filsafat karena setiap ilmu memiliki asumsi, metode, dan tujuan tertentu.
Dalam bidang pendidikan, filsafat membantu menentukan tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, serta karakter yang ingin dibentuk. Guru yang memahami filsafat pendidikan akan lebih mampu mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik tetapi juga moral dan kemanusiaan.
Bagian yang cukup menarik adalah pembahasan mengenai teofilosofi. Penulis menjelaskan bahwa filsafat dan agama sering dianggap bertentangan karena filsafat mengutamakan akal sedangkan agama bersumber dari wahyu. Namun menurut penulis, keduanya justru dapat saling melengkapi. Akal membantu manusia memahami wahyu, sedangkan wahyu memberikan petunjuk terhadap hal-hal yang tidak mampu dijangkau akal.
Penulis juga mengajak pembaca untuk memiliki sikap terbuka terhadap berbagai pandangan. Filsafat mengajarkan pentingnya dialog, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan menjadi sarana untuk memperkaya wawasan.
Dalam kehidupan modern, filsafat tetap memiliki peranan penting. Kemajuan teknologi sering kali membawa persoalan etika, seperti penyalahgunaan media sosial, kecerdasan buatan, privasi digital, dan kerusakan lingkungan. Semua persoalan tersebut memerlukan pemikiran filsafat agar manusia tidak hanya mengejar kemajuan teknologi tetapi juga memperhatikan nilai kemanusiaan.
Penulis juga menekankan pentingnya berpikir reflektif. Manusia hendaknya tidak hanya mengejar materi, tetapi juga merenungkan tujuan hidup, makna kebahagiaan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Melalui filsafat, seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri sekaligus memahami hubungan dengan Tuhan, manusia lain, dan alam semesta.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan pemahaman bahwa filsafat bukan sekadar teori yang sulit dipahami, melainkan cara berpikir yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpikir filosofis, seseorang akan mampu mengambil keputusan secara bijaksana, menyelesaikan masalah dengan rasional, serta memiliki sikap terbuka terhadap berbagai perubahan.
Buku ini sangat cocok dijadikan referensi bagi mahasiswa, terutama mahasiswa pendidikan, karena memberikan dasar berpikir ilmiah yang kuat. Selain itu, pembahasan mengenai hubungan filsafat dengan agama menjadikan buku ini berbeda dari banyak buku filsafat lainnya, sehingga pembaca memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai hubungan antara akal, ilmu pengetahuan, dan wahyu.
5. Kelebihan Buku
1. Materi disusun secara sistematis dari konsep dasar hingga pembahasan lanjutan.
2. Pembahasannya cukup lengkap, meliputi sejarah, cabang, metode, dan tokoh-tokoh filsafat.
3. Menghubungkan filsafat dengan agama melalui konsep teofilosofi sehingga lebih sesuai bagi pembaca di lingkungan perguruan tinggi Islam.
4. Menggunakan bahasa ilmiah yang masih mudah dipahami mahasiswa.
5. Sangat cocok dijadikan buku pegangan mata kuliah Filsafat Umum.
6. Memiliki pembahasan yang luas sehingga dapat dijadikan referensi dalam penelitian akademik.
6. Kekurangan Buku
1. Bahasa yang digunakan pada beberapa bagian cukup akademis sehingga memerlukan konsentrasi tinggi bagi pembaca pemula.
2. Minim ilustrasi, tabel, atau gambar yang dapat membantu memahami konsep-konsep filsafat.
3. Contoh penerapan filsafat dalam kehidupan modern belum banyak dibahas secara praktis.
4. Pembahasan beberapa tokoh filsafat masih bersifat ringkas sehingga pembaca perlu mencari referensi tambahan.
5. Karena buku ini cukup tebal (516 halaman), diperlukan waktu yang cukup lama untuk mempelajari seluruh isinya.
7. Kesimpulan
Buku Filsafat Umum: Dari Metologi Sampai Teofilosofi karya Drs. Atang Abdul Hakim, M.A. dan Dr. Beni Ahmad Saebani, M.Si. merupakan buku yang sangat baik sebagai pengantar sekaligus pendalaman ilmu filsafat. Penulis berhasil menjelaskan konsep-konsep filsafat secara runtut mulai dari pengertian, sejarah, cabang-cabang filsafat, metode berpikir filosofis, hingga hubungan antara filsafat dan agama. Buku ini memberikan bekal kepada pembaca agar mampu berpikir secara logis, kritis, sistematis, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, seperti penggunaan bahasa yang cukup ilmiah dan minim ilustrasi, isi buku ini tetap sangat relevan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin memahami filsafat secara lebih mendalam.
8. Buku Pembanding
Cover Buku
Identitas Buku Pembanding
Judul Buku : Filsafat Pendidikan
Penulis : Deby Kurnia Dewi, S.Pd., M.Pd.
ISBN : 978-602-376-865-3
Tahun Terbit : 2025
Penerbit : Pustaka Baru Press
Alamat Penerbit : Jl. Wonosari Km. 6 Demblaksari, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
Jumlah Halaman : vi + 146 halaman (152 halaman termasuk halaman awal)
Sinopsis Singkat Buku Pembanding
Buku Filsafat Pendidikan karya Deby Kurnia Dewi membahas dasar-dasar filsafat pendidikan secara ringkas dan sistematis. Buku ini bertujuan membantu mahasiswa memahami konsep filsafat pendidikan sekaligus penerapannya dalam dunia pendidikan modern. Materi disusun mulai dari pengertian filsafat dan pendidikan, berbagai aliran filsafat pendidikan, ontologi, epistemologi, aksiologi pendidikan, filsafat sistem pendidikan nasional, filsafat pendidikan karakter, hingga filsafat pendidikan dalam perspektif Islam.
Buku ini lebih menekankan bagaimana teori filsafat dapat diterapkan dalam praktik pendidikan sehingga calon pendidik mampu merancang proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Persamaan Kedua Buku
1. Sama-sama membahas filsafat sebagai dasar berpikir manusia.
2. Menjelaskan pentingnya berpikir logis, kritis, sistematis, dan rasional.
3. Menempatkan filsafat sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan.
4. Menunjukkan bahwa pendidikan memerlukan dasar filosofis agar tujuan pendidikan dapat tercapai.
5. Sama-sama cocok dijadikan referensi bagi mahasiswa, khususnya di bidang pendidikan.
Perbedaan Kedua Buku
1. Ruang lingkup pembahasan
o Buku Filsafat Umum membahas filsafat secara menyeluruh dari sejarah hingga teofilosofi.
o Buku Filsafat Pendidikan hanya berfokus pada filsafat dalam bidang pendidikan.
2. Kedalaman materi
o Buku Filsafat Umum lebih mendalam dan bersifat teoritis.
o Buku Filsafat Pendidikan lebih sederhana dan mudah dipahami oleh mahasiswa semester awal.
3. Tujuan penulisan
o Buku Filsafat Umum bertujuan memperkenalkan filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan.
o Buku Filsafat Pendidikan bertujuan memberikan landasan filosofis bagi calon pendidik dalam menjalankan proses pembelajaran.
4. Jumlah halaman
o Buku utama terdiri atas 516 halaman.
o Buku pembanding hanya sekitar 146 halaman isi.
5. Pendekatan
o Buku Filsafat Umum lebih menitikberatkan pada kajian filosofis secara universal.
o Buku Filsafat Pendidikan lebih menitikberatkan pada penerapan filsafat dalam praktik pendidikan.
Kesimpulan Perbandingan
Kedua buku saling melengkapi. Buku Filsafat Umum: Dari Metologi Sampai Teofilosofi memberikan landasan filosofis yang luas mengenai hakikat manusia, ilmu pengetahuan, dan hubungan antara filsafat dengan agama. Sementara itu, buku Filsafat Pendidikan mengarahkan pembahasan filsafat pada dunia pendidikan, sehingga lebih aplikatif bagi mahasiswa calon guru.
Apabila digunakan secara bersamaan, kedua buku tersebut memberikan pemahaman yang utuh: buku pertama memperkuat dasar-dasar filsafat secara umum, sedangkan buku kedua menunjukkan bagaimana konsep-konsep filsafat tersebut diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, keduanya sangat relevan sebagai referensi utama dan pembanding dalam mata kuliah Filsafat Pendidikan.




Sangat bermanfaat sekali
BalasHapus